Selamaatttt hari Selasaaaa :D Duuh, pagi ini dingiin di Kota Gadis, kemarin sore sampe malem hujan gak berhenti- berhenti. Tapi kali ini saya gak akancerita soal prakiraan cuaca, banjir atau penyakit dimusim penghujan. Saya hanya mau membagikan informasi mengenai cuplikan surat dari Abraham Lincoln kepada guru dari putranya (diambil dari buku Born to be Happy by Promod Batra, MBA)
Ini cuplikannya :
….Ia memang harus belajar, saya tahu, bahwa manusia tidak adil, manusia tidak benar. Tetapi ajari ia juga, bahwa di antara orang-orang jahat ada seorang pahlawan; bahwa di antara para politisi yang suka mementingkan diri, ada seorang pemimpin yang berdedikasi.
Ajari ia bahwa di antara musuh ada seorang sahabat. Semua memerlukan waktu, saya tahu itu, tetapi ajari ia sebisa Anda, bahwa satu dolar yang diusahakan jauh lebih berharga daripada lima dolar yang ditemukan.
Ajari ia untuk belajar kalah dan juga untuk menikmati kemenangan. Arahkan ia agar menjauhi keirihatian. Sebisa Anda, ajari ia rahasia tawa dalam diam. Biarkan ia belajar dengan cepat bahwa anak-anak pengganggu paling mudah dikalahkan.
Ajari ia, sebisa Anda, indahnya buku-buku, tetapi berikan juga kepadanya waktu untuk berpikir secara mendalam tentang misteri dari burung-burung di angkasa, lebah-lebah di teriknya sinar matahari, bunga-bunga di lereng bukit hijau.
Ajari ia di sekolah bahwa jauh lebih terhormat untuk gagal daripada menipu dan mencontek
Ajari ia untuk mempunyai kepercayaan dalam gagasan pribadinya, meskipun orang lain mengatakan kepadanya bahwa gagasan-gagasannya itu salah. Ajari ia untuk erlakum lembut terhadap orang-orang yang bertabiat lembut, dan berlaku keras terhadap orang yang keras.
Cobalah untuk memberi putra saya kekuatan untuk tidak mengikuti kelompok terbesar ketika semua orang mengikuti pendapat orang banyak.ajari ia untuk mendengarkan semua orang, tetapi ajari ia juga untuk menyaring segala sesuatu yang ia dengar melalui saringan kebenaran dan hanya mengambil yang baik-baik saja.
Ajari ia, sebisa Anda, bagaimana untuk tertawa di kala sedang bersedih. Ajari ia agar tidak malu untuk menangis. Ajari ia untuk menertawakan yang sinis dan berhati-hati dengan kemanisan yang berlebihan.
Ajari ia untuk menjual tenaga dan pikiran kepada penawar yang tertinggi, tetapi jangan pernah mencantumkan label harga untuk sanubarinya. Ajari ia untuk menutup kedua telinganya terhadap kelompok orang yang melolong-lolong dan berani berdiri dan berjuang bila menurutnya dirinyalah yang benar.
Ajari ia dengan penuh kelembutan ,tetapi janganlah memanjakannya. Biarkan ia mempunyai keberanian untuk tidak bersabar, biarkan ia mempunyai kesabaran untuk berani.
Ajari ia selalu memiliki kepedulian mulia terhadap umat manusia. Pesan ini berat, akan tetapi lakukan saya sebaik Anda. Ia anak laki-laki kecil yang baik, putraku.
Semoga bisa jadi bahan renungan ya, bahwa kadang sebagai orang tua kita harus menghargai proses daripada hasil akhir, mengajarkan anak mencoba jujur dengan diri sendiri dengan tidak mencontek dan tidak takut gagal. Semoga bermanfaat, selamat beraktifitas temans :)
KURNIAWAN'S FAMILY
Kurniawan's Family
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Januari 2013
Senin, 31 Desember 2012
Tahun ini
Tinggal hitungan jam tahun ini, tahun 2012 akan segera berlalu. And of course, there are a lot of beautiful moments happened in my little family. Kaninda yang genap 1 tahun, papah dengan pekerjaan baru, Kaninda's first long trip (tepatnya kemarin 30/12/12) yang alhamdulilah lancaaarrr, dan masih banyak lagi hal- hal kecil lainnya menyempurnakan perjalanan keluarga kecil kami tahun ini.
Yang pasti tahun ini bersyukuuur sekali karena selalu diberi semuaaa kemudahan, solusi dan keputusan tepat disaat adaaaa aja hal2 kurang mengenakkan menghampiri kami. Semoga tahun depan Allah juga senantiasa teruuus memberikan kemudahan, kesehatan, dan limpahan rezekinya buat keluarga kami, amiieeennnn.
Dan, satu hal ni yang bikin saya sedih, saya masih BELUM PRODUKTIF nulis alias posting di blog ini. Masih, sama seperti tahun lalu, janji tinggal janji. Insya allah deh, tahun depan bisa lebih rajin lagi nulisnya. Amiiieeeennkan ya temans :)
Okeee, kali ini saya pengen nampilkan foto-foto Kaninda tahun ini, mulai awal bulan sampai desember ini. Yaahhh, kaleodoskop dalam bentuk foto gitulah ya kira2. Hehehe.
Ini foto awal tahun 2012, usianya masih 5 bulan. Masih oke- oke aja didandanin pake bando, jepit dan aksesoris lainnya, sekarang?? Jangan tanya, gak sampe 5 menit sudah gak nempel aksesorisnya.
Yang ini, waktu usianya pas 6 bulan. Fotonya diambil waktu dirumah ada acara piton- piton. Jadi kalau di tradisi jawa, ada istilah piton-piton ya untuk memperingati 7 bulan hari kelahiran bayi (mungkin kalau isrilah tempat lain upacara turun tanah). 7 bulan kok ngrayainnya usia 6 bulan? Nah, itu lagi berdasar tradisi kalau anak perempuan itu di pitoni pas umurnya 6 bulan, sementara anak laki- laki pas umur 7 bulan.
Foto ini diambil waktu usianya 8 bulan, dan gigi depannya sudah mulai numbuh. Kelihatan kan, ada 2 gigi kelinci :)
Setelah tumbuh gigi, di usia 9 bulan Kanin sudah mulai bisa duduk sendiri, meski kadang lupa kalau lagi duduk, alias tiba- tiba ambruk ke belakang. Hehe, makanya di foto ini di sekitarnya ada bantal- bantal buat jaga- jaga kalau "lupa" dianya :p
Masih ndut banget ni badannya di usia 11 bulan. Foto diambil waktu dia mainan puzzle.
Nih penampakkannya waktu pegang puzzle. Sekarang sudah bosen sama mainannya ini.
Foto diambil tepat pas hari ulang tahun pertamanya. Gak ada perayaan apa- apa dirumah hanya beli kue trus suruh tiup lilin aja. Sebelumnya di peringati waktu dia umur sepuluh lapan (sekitar 11 bulan). Cuman nganter kue sama nasi kuning dan snack- snack gitu ke tenagga dan saudara. Soalnya pas ultahnya itu H+ 2 lebaran, jadi g ada yang bantuin masak :p
Bulan September, waktu umurnya 13 bulan dan lagi belanja bulanan. (Pict. by papa)
Bulan oktober, waktu umurnya 1 tahun lebih 2 bulan. Masih titah. Dan foto ini diambil waktu dia lagi sakit (sediih banget liatnya). Dan diusia ini lumayan agak lama ni sakitnya. Hampir seminggu meski demamnya sudah turun dia masih maleeeess ngapa- ngapain. Padahal biasanya kalau demam itu dia masih mau maen, maem juga g susah. Sediih deh kalau inget ini. Tapi kata DSA nya gpp. Sampe saya dan suami akhirnya mempercepat beliin dia sepeda roda 3 dengan harapan dia seneng dan ceria lagi dan males nya karena habis sakit hilang. (Awalnya mau membelikan sepeda roda 3 pas dia sudah jalan aja).
Ini foto studio pertamanyaaaa, hehe. (15 m) Duuh, asli ya susah bangetttt buat bisa dapetin foto yang pas. Soalnya waktu dijepret dia melongo mulu lihat lampu studio photo yang otomatis mati. Hahahaha, jadi gelii ingetnya. Luv u so sayang :*
Lagi pose bareng Kitty (pemberian kakak sepupunya, Azzam) dan little bee. Pas awal bulan Desember (15m lebih 2w)
Naahhh, ini foto terbarunyaa pas keluar jalan- jalan tanggal 24 desember kemarin. Ceritanya lagi enjoying dinner di Es Teller 77, lagi makan siomay ikan. Pinter deh, mau maem sendiri. Suuun lagi :*
Masih ada sebenarnya foto- foto lain. Cuman belum sempet mindah aja ni. Tahun depan deh ya, di posting :)
Oke, sudah cukup panjang ni ya nulisnya (tumben ya, sekalinya mau nulis) hahahaha. Baiklah, sekarang saatnya saya pulang 9ketahuankan kalau nulisnya sambil kerja alias on air), suami yang lagi libur cuti bersama sudah sms. Rencananya menikmati liburan akhir tahun mau lihat atraksi lumba- lumba hari ini. Sampai ketemu tahun depan, and HAPPY NEW YEAR 2013 :)
Yang pasti tahun ini bersyukuuur sekali karena selalu diberi semuaaa kemudahan, solusi dan keputusan tepat disaat adaaaa aja hal2 kurang mengenakkan menghampiri kami. Semoga tahun depan Allah juga senantiasa teruuus memberikan kemudahan, kesehatan, dan limpahan rezekinya buat keluarga kami, amiieeennnn.
Dan, satu hal ni yang bikin saya sedih, saya masih BELUM PRODUKTIF nulis alias posting di blog ini. Masih, sama seperti tahun lalu, janji tinggal janji. Insya allah deh, tahun depan bisa lebih rajin lagi nulisnya. Amiiieeeennkan ya temans :)
Okeee, kali ini saya pengen nampilkan foto-foto Kaninda tahun ini, mulai awal bulan sampai desember ini. Yaahhh, kaleodoskop dalam bentuk foto gitulah ya kira2. Hehehe.
Ini foto awal tahun 2012, usianya masih 5 bulan. Masih oke- oke aja didandanin pake bando, jepit dan aksesoris lainnya, sekarang?? Jangan tanya, gak sampe 5 menit sudah gak nempel aksesorisnya.
Yang ini, waktu usianya pas 6 bulan. Fotonya diambil waktu dirumah ada acara piton- piton. Jadi kalau di tradisi jawa, ada istilah piton-piton ya untuk memperingati 7 bulan hari kelahiran bayi (mungkin kalau isrilah tempat lain upacara turun tanah). 7 bulan kok ngrayainnya usia 6 bulan? Nah, itu lagi berdasar tradisi kalau anak perempuan itu di pitoni pas umurnya 6 bulan, sementara anak laki- laki pas umur 7 bulan.
Foto ini diambil waktu usianya 8 bulan, dan gigi depannya sudah mulai numbuh. Kelihatan kan, ada 2 gigi kelinci :)
Setelah tumbuh gigi, di usia 9 bulan Kanin sudah mulai bisa duduk sendiri, meski kadang lupa kalau lagi duduk, alias tiba- tiba ambruk ke belakang. Hehe, makanya di foto ini di sekitarnya ada bantal- bantal buat jaga- jaga kalau "lupa" dianya :p
Masih ndut banget ni badannya di usia 11 bulan. Foto diambil waktu dia mainan puzzle.
Nih penampakkannya waktu pegang puzzle. Sekarang sudah bosen sama mainannya ini.
Foto diambil tepat pas hari ulang tahun pertamanya. Gak ada perayaan apa- apa dirumah hanya beli kue trus suruh tiup lilin aja. Sebelumnya di peringati waktu dia umur sepuluh lapan (sekitar 11 bulan). Cuman nganter kue sama nasi kuning dan snack- snack gitu ke tenagga dan saudara. Soalnya pas ultahnya itu H+ 2 lebaran, jadi g ada yang bantuin masak :p
Bulan September, waktu umurnya 13 bulan dan lagi belanja bulanan. (Pict. by papa)
Bulan oktober, waktu umurnya 1 tahun lebih 2 bulan. Masih titah. Dan foto ini diambil waktu dia lagi sakit (sediih banget liatnya). Dan diusia ini lumayan agak lama ni sakitnya. Hampir seminggu meski demamnya sudah turun dia masih maleeeess ngapa- ngapain. Padahal biasanya kalau demam itu dia masih mau maen, maem juga g susah. Sediih deh kalau inget ini. Tapi kata DSA nya gpp. Sampe saya dan suami akhirnya mempercepat beliin dia sepeda roda 3 dengan harapan dia seneng dan ceria lagi dan males nya karena habis sakit hilang. (Awalnya mau membelikan sepeda roda 3 pas dia sudah jalan aja).
Ini foto studio pertamanyaaaa, hehe. (15 m) Duuh, asli ya susah bangetttt buat bisa dapetin foto yang pas. Soalnya waktu dijepret dia melongo mulu lihat lampu studio photo yang otomatis mati. Hahahaha, jadi gelii ingetnya. Luv u so sayang :*
Lagi pose bareng Kitty (pemberian kakak sepupunya, Azzam) dan little bee. Pas awal bulan Desember (15m lebih 2w)
Naahhh, ini foto terbarunyaa pas keluar jalan- jalan tanggal 24 desember kemarin. Ceritanya lagi enjoying dinner di Es Teller 77, lagi makan siomay ikan. Pinter deh, mau maem sendiri. Suuun lagi :*
Masih ada sebenarnya foto- foto lain. Cuman belum sempet mindah aja ni. Tahun depan deh ya, di posting :)
Oke, sudah cukup panjang ni ya nulisnya (tumben ya, sekalinya mau nulis) hahahaha. Baiklah, sekarang saatnya saya pulang 9ketahuankan kalau nulisnya sambil kerja alias on air), suami yang lagi libur cuti bersama sudah sms. Rencananya menikmati liburan akhir tahun mau lihat atraksi lumba- lumba hari ini. Sampai ketemu tahun depan, and HAPPY NEW YEAR 2013 :)
Label:
curhat,
Kaninda,
Love,
photograph,
Renungan
Minggu, 07 Oktober 2012
Sebuah Surat Dari Masa Depan
MInggu pagi ini saya awali aktivitas dengan "mengudara" (baca: kerja). Minggu pagi kerja? Gak enak banget yah kedengerannya? Inilah bagian dari konsekuensi orang yang bekerja dibidang jasa. Minggu bukanlah hari libur, peringatan hari raya, hari besar tidak selalu menjadi tanggal merah bagi kami. Yang jelas saking biasanya sejak 5 tahun yang lalu, saya cue aja kalau ada orang bilang "Hari Minggu kok kerja?"
Oke, kembali lagi ke minggu pagi saya. Siaran dengan format ringan, duet, interaktif dengan pendengar dan temanya ttg musim. Googling cari tambahan informasi, dan saya nemu ini. Sayang rasanya kalau tidak di share.
Sebuah Surat Dari Masa Depan
Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi.
Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku,, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.
Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan,, sekarang kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.
Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.
Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR” tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas.
Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik.
Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari.
Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari. Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air. Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.
Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan… yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.
Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon] Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata. Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim.
Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu. Dia bertanya: – Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ? Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. .. Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga !.
Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini !
Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang. Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak”
“AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN”
“TANAMLAH SEBANYAK-BANYAKNYA POHON DAN HEMATLAH AIR”
Panjang banget ya? Semoga gak malas bacanya, hi.. Tapi yakin deh, saya ngeri banget ngebayanginnya. Duuuh, gak pengen nasib anak cucu saya seperti surat itu. So, ayoo hemat air, tanam pohon, jangan buang sampah sembarangan dan lestarikan lingkungan untuk masa depan anak cucu kita kelak :)
Oke, kembali lagi ke minggu pagi saya. Siaran dengan format ringan, duet, interaktif dengan pendengar dan temanya ttg musim. Googling cari tambahan informasi, dan saya nemu ini. Sayang rasanya kalau tidak di share.
Sebuah Surat Dari Masa Depan
Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.
Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi.
Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku,, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.
Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan,, sekarang kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.
Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.
Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR” tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas.
Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik.
Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari.
Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari. Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air. Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.
Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan… yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.
Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon] Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata. Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim.
Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu. Dia bertanya: – Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ? Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. .. Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga !.
Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini !
Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang. Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak”
“AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN”
“TANAMLAH SEBANYAK-BANYAKNYA POHON DAN HEMATLAH AIR”
Panjang banget ya? Semoga gak malas bacanya, hi.. Tapi yakin deh, saya ngeri banget ngebayanginnya. Duuuh, gak pengen nasib anak cucu saya seperti surat itu. So, ayoo hemat air, tanam pohon, jangan buang sampah sembarangan dan lestarikan lingkungan untuk masa depan anak cucu kita kelak :)
Minggu, 23 September 2012
Sang Penghibur
Setiap perkataan yang menjatuhkan tak lagi ku dengar dengan sungguh,
Juga tutur kata yang mencela tak lagi kucerna di dalam jiwa,
Aku bukanlah seorang yang mengerti tentang kelihaian membaca hati,
Aku cuma pemimpi kecil yang berangan tuk merubah nasibnya,
Oh bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yg lelah jiwanya…
Ku gerak kan langkah kaki dimana cinta akan bertumbuh,
Kulayangkan jauh mata memandang tuk melanjutkan mimpi yang terputus,
Masih kucoba.. mengejar rinduku meski peluh membasahi tanah,
Letih, penat tak menghalangiku tuk temukan bahagia,
Oh bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yg lelah jiwanya
Bagai bintang yang bersinar menghibur yang lelah jiwanya,
bagai bintang yang berpijar menghibur yang sedih hatinya.
***Note : Akhir - akhir ini saya sedang suka(lagi) dengan lagu ini. Betul - betul menyemangati saya yg sedang galau versi anak mudanya,
Haaahhhhtake a deep breath semoga Allah senantiasa terus menambah sto sabar untuk saya :)
Juga tutur kata yang mencela tak lagi kucerna di dalam jiwa,
Aku bukanlah seorang yang mengerti tentang kelihaian membaca hati,
Aku cuma pemimpi kecil yang berangan tuk merubah nasibnya,
Oh bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yg lelah jiwanya…
Ku gerak kan langkah kaki dimana cinta akan bertumbuh,
Kulayangkan jauh mata memandang tuk melanjutkan mimpi yang terputus,
Masih kucoba.. mengejar rinduku meski peluh membasahi tanah,
Letih, penat tak menghalangiku tuk temukan bahagia,
Oh bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yg lelah jiwanya
Bukankah hidup ada perhentian
Tak harus kencang terus berlari
Kuhela kan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali
Bagai bintang yang bersinar menghibur yang lelah jiwanya,
bagai bintang yang berpijar menghibur yang sedih hatinya.
***Note : Akhir - akhir ini saya sedang suka
Haaahhhh
Label:
curhat,
motivasi diri,
Renungan
Senin, 21 Desember 2009
What sould we do if...

Sudah menjadi sifat dasar manusia apabila tidak puas dengan apa yang ia dapatkan. Selalu ingin memperoleh yang lebih dari apa yang ia capai, yang ia dapatkan, serta apa yang ia miliki saat ini.
Selalu berusaha ingin mendapatkan yang terbaik. Termasuk juga ketika memilih pasangan hidupnya.
Ingin mendapatkan yang terbaik, yang sesuai dengan kriterianya. Se visi, se misi dan yang pasti dalam suatu hubungan (in a relationship) selalu dan tidak mungkin di lewati adalah proses take and give. Proses memberi dan menerima. Memberikan apa yang terbaik untuk pasangan kita. Selalu berusaha untuk menjadikan pasangan kita nyaman ketika berada bersama kita. Proses take atau menerima, menerima apa adaya kekurangan dari pasangan kita, menerima perhatian dan semua yang terspesial dari nya.
Awalnya saya berpikir, betapa bahagianya ketika kita punya pasangan yang benar benar memperhatikan kita, bisa melindungi dan mengayomi kita. Dengan kata lain dia adalah yang terbaik, karena selalu memberikan yang terbaik untuk kita.
Ternyata tidak cukup sampai disini kawan. Ketika kita kembali lagi pada hakikat suatu hubungan itu sendiri yaitu proses take and give. Akan merasa sangat dan mungkin begitu menyedihkan (rada lebay ya, hehe) ketika kita tidak ada pada proses give. Meskipun pasangan kita tidak menginginkan timbal balik atas kasih sayangnya, namun betapa sedihnya ketika kita merasa tidak bisa memberikan dan menjadi yang terbaik untuknya.
Di satu sisi kita berpikir bahwa dia adalah yang terbaik dan selalu memberikan yang apa paling baik untuk kita. Dan kita berhak mendapatkan itu.
Tapi di sisi yang lain di lubuk hati yang paling dalam kita menyadari bahwa kita tidak bisa melakukan hal yang sama untuknya. Kita tidak bisa melakukan sebaliknya. Kita tidak bisa menjadi yang terbaik untuknya. Meski segala daya upaya sudah kita lakukan untuk membuatnya merasa nyaman di samping kita. Meskipun mungkin dia tidak pernah menuntutnya. Tapi sama seperti halnya kita, dia juga berhak mendapatkan yang terbaik atas hidup dan masa depannya.
Lalu, apa yang akan kita lakukan? Meninggalkanya, dan berharap dia mendapatkan yang terbaik?
Atau tetap bertahan, selama dia bisa menerimanya dan selama itu pula kita berperang melawan kata hati bahwa kita ini bukan yang terbaik untuknya?
Dimana sebenarnya letak batas dari "terbaik" itu sendiri kawan???
Sebelumnya terimakasih untuk yang bersedia memberikan comment anda kawan, sebagai masukan bagi yang berada pada posisi menyedihkan ini...
Kamis, 04 Juni 2009
Efisiensi waktu & tanggungjawab

Saya paling bermasalah dengan efisiensi waktu (baca : membagi waktu ,red) terutama pada 3 hari ini Selasa, Rabu dan Kamis. Waktu yang tersedia adalah 6 jam atau 8 jam. Waktu yang tersedia untuk idealnya orang bekerja. Tapi entah mengapa, saya selalu melebihi angka 6 dan 8 setiap 3 hari (menyebalkan) tersebut.
Ada janji dengan bapak A, jam 11 tapi budaya kita memaksa saya mengganggurkan 2 jam untuk memenuhi janji itu. Ini hanya satu contoh dari sekian banyak janji yang selama ini saya terima. Oh... melelahkan memang... Menjengkelkan!!
Saya mengorbankan waktu tidur saya, itu yang paling saya sayangkan!!!
Tapi ketika mengingat kata "tanggungjawab" dan "sabar" yang terus saya ulang dalam otak saya (entah kanan atau kiri, hehe), saya bisa merelakan waktu tidur siang saya. Meski sedikit.
Percayalah, ketika kita menyadari tanggungjawab adalah sebuah kepercayaan yang tidak bisa dinilai oleh apapun, terlebih muncul rasa ikhlas dari dalam diri kita (yang bukan ala kadarnya) niscaya kaki ini akan ringan untuk melakukan setiap tugas yang di berikan, yang merupakan bagian tanggungjawab kita.
Keep on spirit....
Langganan:
Postingan (Atom)










