KURNIAWAN'S FAMILY

Kurniawan's Family

Minggu, 06 Januari 2013

KOTA GADIS

Oke, kali ini saya pengen cerita soal kota kecil tempat saya tinggal. Yahhh, I will tell you about MADIUN. Is it sounds great? Iya kan? *maksa. Ehhm, sebentar agaknya ada yang perlu saya luruskan. Jadi Madiun itu dibagi dua wilayah, kabupaten dan kota ya. Naaah, rumah saya itu dikabupatennya si sebenernya, but dari jaman saya sekolah dan sampai sekarang kerja itu di kota Madiun. So, I know Madiun so well lah, even the little place in this town :)

Kota Madiun, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur. Kota ini terletak 169 km sebelah Barat Kota Surabaya, atau 114 km sebelah Timur Kota Surakarta. Nah di sebelah utara itu berbatasan langsung dengan kabupaten Madiun (rumah saya, kurleb 10 km). Kota tempat diproduksinya moda transportasi Kereta Api untuk seluruh nusantara bahkan menerima pesanan pembuatan KA dari luar negeri. Yap, di kota Madiun terdapat industri kereta api atau INKA. Selain itu Madiun jga terkenal sebagai Kota GADIS. Jangan salah ya, bukan arena kota ini banyak mojang alias gadisnya tapi itu kepanjangan bok dari Kota Dagang dan Industri gitooo. Meski memang banyak juga si gadis nya nyang cantek- cantik *nunjuk diri sendiri. Memang masih gadis?


Well, kembali ke kota Gadis. Jadi selain punya julukan kota gadis, Madiun ini juga terkenal sebagai kota Pecel dan Brem. Kalau jalan - jalan ke Madiun akan dengan sangat mudah enemukan penganan ini. Di warung- warung di tempat- tempat makan, mulai pagi, siang, sore malam tidak akan kesulitan nyari nasi pecel. Kudapan yang terdiri dari nasi, sayur yang sudah direbus atau lazim disebut kulupan ini di kasih sambel kacang dengan kering tempe, serundeng,lauk lempeng, krupuk, tempe, peyek, empal atau lauk lainnya seperti ayam, telur ceplok (tergantung warungnya). Bisa ditemukan dengan mudah di depan Carefour (Jl. Basuki Rahmat) ayau di Jl. Cokroaminoto. Ada satu warung nasi pecel yang termashur di Jl. Cokroaminoto (gara- garanya warung ini dipilih Pak Presiden untuk makan siang waktu kunjungan ke Madiun), yaitu Nasi Pecel 99. Kalau menurut saya sih, biasa aja rasanya, sama kayak nasi pecel kebanyakan. Mungkin sensasinya karena Pak Pres pernah lunch disitu kali yaaa :)

Nasi pecel khas Madiun

Depot nasi pecel 99, Jl. Cokroaminoto Madiun

Selain nasi pecel, gak lengkap kalau gak nyoba brem. Brem adalah makanan yang berasal dari sari ketan yang dimasak dan dikeringkan, merupakan hasil dari fermentasi ketan hitam yang diambil sarinya saja yang kemudian diendapkan dalam waktu sekitar sehari semalam. Sensasi makanan ini muncul ketika makanan dimasukkan ke dalam mulut akan langsung mencair dan lenyap meninggalkan rasa 'semriwing' di lidah. Sentra pembuatan brem yang terkenal ada di Kaliabu Caruban, Kab. Madiun. Tapi dengan sangat mudah diperoleh di toko oleh2 khas Madiun.

Brem penganan khas Madiun

Trus, ada apa lagi di Madiun? Heeemm, *confuse soalnya Madiun ini kalau boleh saya bilang adalah kota kecil. Jadi standart banget kalau ngomong soal fasilitas. Tempat hiburan juga sangatttt terbatas. Paling banter ada Madiun Plaza yang orang- orang nyebutnya Matahari Dep. Store. Meski ada juga sih beberapa tempat karaoke, trus THR, tapi asli gak maksimal banget. Padahal daya beli masyarakatnya tinggi menurut saya. Kenapa saya bilang begitu? Krena waktu ada launching mobil baru yang menurut kategori saya sebagai wong Medion itu mehonggg abissss aja langsung sold out atau malah lately ada di buka satu dealer mobil baru, dan lg ngeluarin varian baru aja udah harus indent gt.

Lebih melas lagi tuh ya *nasib tinggal di kota kecil kalau mau nonton aja harus ke Solo (paling deket), soalnya gak ada XXI disini *melasbgt. Ya, ada siii ya salah satu 'bioskop' yang coba di buka disini, cuman gak apdet bangettttt selama beberapa tahun ini dibuka. Eh lha kok, mulai akhir desember lalu niiiiiiiiiiii 'bioskop' ini mulai mencoba muter film- film agak baru ya. Seperti Habibie dan Ainun dan 5 cm. Surprise banget dong ya, hehehe. Trus ceritanya habis kerja (baca : on air), sore ini saya mau nonton sama suami. Yup, berdua aja. Nostalgilaaan lah, hihihi.

Kadang ni yaa, ngerasa melas juga tinggal di kota kecil yang pastinya terbatas fasilitasnya, trus juga susah mau mendapatkan barang - barang tertentu. Harus keluar kota, atau pesen dulu gitu. Tapiiiii, disisi lain saya bersyukur sekali, kalau lihat keadaan di kota- kota besar dengan semua fasilitas tapi malah lebih parah kondisinya banjir, kriminal dan macet yang katanya sudah parah dan membahayakan itu.

Memang segala fasilitas masih terbatas di sini, di Madiun kota Gadis, tapi sangat bersyukur karena tidak perlu menghabiskan waktu dijalan berjam- jam untuk berangkat kerja. Harga makanan juga terjangkau, kondisi kotanya juga lumayan aman. Love Madiunlah pokoknya, hehe. Kalau kata temen saya sih, waktu ditinggali disebut- sebut terus kekurangannya. Tapi pas merantau atau meninggalkan kota kelahiran bakal sangaaatttt kangen. Hahahahaha. Untuk itulah lagi- lagi saya bersyukur dari dulu gak pernah melancong kemana- mana sampai saya punya keluarga sendiri. Boring? Honestly, kadang iya. Tapi tetep bersyukur karena bisa terus dekat dengan keluarga saya, gak perlu nunggu libur panjang atau lebaran untuk ketemu orang tua tersayang. Daaan, gak perlu nabung dulu buat puang kampung *emakngirit hahahaha.
I LOVE MADIUN :)


Kalau kota kalian sendiri seperti apa?

5 komentar:

  1. Yang namanya kampung halaman, walo kondisinya gak seperti kota lain tapi tetep aja rasanya cintaaa banget ya. Aku juga begitu perasaannya sama kota manado, cinta berat deh pokoknya :D

    BalasHapus
  2. Aku malah nggak pernah sreg sama rasa brem, hehehe..
    Baru tau julukan kota Gadis, keren juga ya :D

    BalasHapus
  3. Saya suka BREM yang kata orang sangat bermanfaat buat menghaluskan kulit. Ngomongin soal nasi pecel, saya jadi ingat waktu kunjungan ke SMP Bustanulmakmur di Banyuwangi. Kita berangkat ke sana dari Bali. Nah di sana sajian khasnya juga banyak. Kami juga disuguhi nasi pecel hiehiehiheiee. Enak juga

    BalasHapus
  4. hahaha pasti ingin balik lagi terus

    BalasHapus